jump to navigation

Pengertian dan makna ilmu politik 13 Mei 2011

Posted by dennyazarine in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
1 comment so far

Pengertian ilmu politik menurut para ahli :

Menurut Miriam Budiarjo politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu system politik atau Negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan system itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Pengambilan keputusan mengenai apakah yang menjadi tujuan dari system politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternative dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih itu. Untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu tentu diperlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan dan atau alokasi dari sumber-sumber resources yang ada. Untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan itu, perlu dimiliki kekuasaan dan kewenangan, yang akan dipakai baik untuk membina kerja sama maupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses ini. Cara-cara yang dipakainya dapat bersifat paksaan. Tanpa unsure paksaan kebijakan ini hanya merupakan perumusan keinginan belaka. Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat, bukan tujuan pribadi seorang. Selain itu politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk partai politik dan kegiatan individu. ((Miriam Budiarjo; Dasar-Dasar Ilmu Politik, dalam buku suntingan Toni Adrianus Pito, Kemal Fasyah, dan Efriza; Mengenal Teori-teori Politik, Cetakan Pertama, Depok, 2005, hal 8)

Menurut Inu Kencana Syafiie, politik dalam bahasa Arabnya disebut “siyasyah” atau dalam bahasa Inggris “politics”. Politik itu sendiri berarti cerdik dan bijaksana. Pada dasarnya politik mempunyai ruang lingkup Negara, membicarakan politik galibnya adalah membicarakan Negara, karena teori politik menyelidiki Negara sebagai lembaga politik yang mempengaruhi hidup masyarakat, jadi Negara dalam keadaan bergerak. Selain itu politik juga menyelidiki ide-ide, asas-asas, sejarah pembentukan Negara, hakekat Negara, serta bentuk dan tujuan Negara, disamping menyelidiki hal-hal seperti kelompok penekan, kelompok kepentingan, elit politik, pendapat umum, peranan partai, dan pemilihan umum. (Inu Kencana Syafiie; ilmu politik, dalam buku suntingan Toni Adrianus Pito, Kemal Fasyah, dan Efriza; Mengenal Teori-teori Politik, Cetakan Pertama, Depok, 2005, hal 7)

Menurut Arifin Rahman kata politik berasal dari bahasa Yunani “polis” adalah kota yang berstatus Negara/Negara kota….segala aktivitas yang dijalankan oleh polis untuk kelestarian dan perkembangannya disebut “politike techne”. Kemudian ia juga berpendapat politik ialah pengertian dan kemahiran untuk mencukupi dan menyelenggarakan keperluan maupun kepentingan bangsa dan Negara. (Arifin Rahman; Sistem Politik Indonesia dalam Perspektif Fungsional, dalam buku suntingan Toni Adrianus Pito, Kemal Fasyah, dan Efriza; Mengenal Teori-teori Politik, Cetakan Pertama, Depok, 2005, hal 7)

MAKNA ILMU POLITIK

Makna pollitik maupun ilmu politik sangat beragam, tidak ada kesatuan pandangan tentang politik maupun ilmu politik. Karena perspektif yang digunakan para ahli memang berbeda-beda. Ramlan Surbakti mengajukan 6 pendekatan untuk memahami arti politik.

1. Pendekatan Kekuasaan

Menurut ppndekatan ini, yang dimaksud politik adalah cara-cara untuk memperoleh dan mempertahankan kekausaan. Dalam pendekatan ini perspektif politik merupakan sesuatu yang kotor, karena usaha untuk memperoleh atau mempertahankan kekausaan dilakukan dengan car-cara yang tidak legal dan amoral. Misalnay dengan memanipulasi, sikut-sikutan atau kalau perlu menendang lawan dan menghilankan nyawa lawan politik. Para politisi dalam pndekatan ini sering digambarkan dengan politik kodok atau bunglon.

2. Pendekatan Institusional

Menurut pendekatan ini, politik adalah negara dengan institusi-institusinya. Jadi yag dipelajari tentang politik adalah mengenai tugas dan kewenangan atau apa yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga negara.

3. Pendekatan moral

Pendekatan ini memandang politik adalah sesuatu yang mulia, karena politik merupakan kegiatan untuk mendiskusikan dan merumuskan “good society” atau “the best regime”. Misalnya dengan kegiatan ini kemudian muncul pemikiran tentang pemerintah yang bersih dan melayani publik.

4. Pendekatan Konflik

Menurut pendekatan ini politik adlah kegiatan untuk memperoleh dan mempertahankan kepentingan. Konflik yang dimaksud disini mencakup semua pertentangan yang menyangkut upaya mencari dan mempertahankan kepentingan.

5. Pendekatan fungsional

Politik adalah kegiatan yang menyangkut alokasi nilai-nilai kepentingan yang diumuskan dalam kebijaksanaan publik. Oleh karena itu, politik dapat dinyatakan menyangkut pembahasan menyangkut siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana, sebagaimana hal ini dirumuskan dalam kebijakan politik.

6. Pendekatan Analisis Wacana Politik

Politik adalah kegiatan mendiskusikan atau mendefinisikan situasi dari suatu fenomena politik, tetapi ada pula yang mendefinisikan sebagai hak prerogatif, juga mencul definisi sebagai upaya konsolidasi kekuatan dengan mengangkat orang-orangnya sendiri yang pada dasarnya melakukan KKN. Jadi menurut pendekatan ini politik merupakan kompetisi definisi situasi. Definisi yang akan muncul sebagai pemenang adalahyang mampu menjadi opini publik, dan menjadi isu pollitik yang pada akhirynyadapat menjadi agenda pembahasan para pembuat keputusan dan menjadi kebijakan politik. (Cholisin, dkk : Dasar-Dasar Ilmu Politik. UNY Press)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.