jump to navigation

Konsep Pendekatan Struktural-fungsional dan budaya Politik 30 Agustus 2011

Posted by dennyazarine in Politik, Uncategorized.
Tags: , , , ,
trackback

Konsep Pendekatan Struktural-fungsional dan budaya Politik

Konsep Struktural-fungsional

Pendekatan struktural fungsional merupakan alat analisis dalam mempelajari sistem politik, pada awalnya adalah pengembangan dari teori struktural fungsional dalam sosiologi. Dalam pendekatan ini, sistem politik merupakan kumpulan dari peranan-peranan yang saling berinteraksi. Menurut Almond, sistem politik adalah sistem interaksi yang terdapat dalam semua masyarakat yang bebas dan merdeka yang melaksanakan fungsi-fungsi integrasi dan adaptasi (baik dalam masyarakat ataupun berhadap-hadapan dengan masyarakat lainnya). Semua sistem politik memiliki persamaan karena sifat universalitas dari struktur dan fungsi politik. Mengenai fungsi politik ini, Almond membaginya dalam dua jenis, fungsi input dan output.

Struktur adalah pengembangan hubungan organisasi antara komponen yang membentuk bangunan itu. Strukturpolitik sebagai satu spesies struktur pada umumnya selalu berkenaan dengan alokasi-alokasi nilai yang bersifat otorittatif yaitu yang dipengaruhi oleh distribusi serta penggunaan kekuasaan.  (A.Rachman.2007: 6)

Struktur politik dapat diklasifikasikan menjadi bangunan yang nampak secara jelas dan juga tidak jelas yaitu meliputi:

1.   Mesin Politik: Informal (Infrastruktur politik)

Mesin Politik: Informal (Infrastruktur politik) adalah mesin politik yang ada dalam masyarakat yang tidak memiliki pengaruh secara langsung dalam pembuatan keputusan politik negara seperti perubahan UUD, pembuatan UU yang berlaku umum dan memaksa bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Faktor yang bersifat informal yang dalam kenyataan mempengaruhi cara kerja aparat masyarakat untuk mengemukakan, menyalurkan, menerjemahkan, menkonvirmasikan tuntuan, dukungan yang berhubungan dengan kepentingan umum. Kelompok ini termasuk golongan penekan, with input, alat komunikasi massa dan lain-lain. Struktur semacam ini dapat berupatatanan yang tak tampak secara jelas tetapi berpengaruh, dan eksistensinya dapat dirasakan karena fungsi yang mengalir sehingga pendekatan yang digunakan kemudian disebut struktural fungsional.

Fungsi supra struktur politik menurut Gabriel Almond meliputi:

  • Pendidikan politik
  • Artikulasi kepentingan
  • Agregasi kepentingan
  • Rekruitment politik
  • Komunikasi politik

2.   Mesin politik Resmi (Suprastruktur)

Mesin politik resmi ( supra struktur) adalah mesin politik yang ada dalam negara yang memiliki pengaruh secara langsung dalam pembuatan keputusan politik, perubahan UUD, pembuatan UU, pembuatan keputusan politik lainya yang berlaku umum dan mmemaksa bagi kehidupan masyarakat dan bernegara.

Lembaga yang dapat disebut sebagai mesin politik formal atau resmi yang dengan absah mangidentifikasi berbagai maslah, menentukan dan menjalankan segala keputusan yang mengikat seluruh anggota masyarakat untuk mencapai kepentingan umum.

Fungsi supra struktur politik menurut Gabriel Almond meliputi:

  • Rule making ( pembuatan UU)
  • Rule Application (Pelaksanaan UU)
  • Rule adjudication (mengadili pelaksanaan UU)
About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: